-

Mengintip Peluang Bisnis Dari Usaha Jual Nastar

Advertisement
Untuk Anda yang hobi membuat kue di dapur, tidak ada salahnya mencoba peruntungan dengan menjualnya. Hitung-hitung untuk menambah uang pemasukan yang akan didapatkan. Apalagi jika Anda pintar memanfaatkan momen-momen besar, misalnya seperti saat Hari Lebaran akan tiba. Biasanya masyarakat Indonesia akan sibuk mencari berbagai jenis kue kering untuk persiapan menyambut Idul Fitri, dan kue nastar adalah salah satu jenis kue kering terpopuler yang banyak dicari. Dengan hobi membuat kue Anda, Anda juga bisa merayakan momen tersebut dengan ikut menjadi salah satu pelaku usaha jual nastar. Tak perlu pusing-pusing harus menjual berbagai macam jenis, sebagai awalan cobalah fokus pada satu kue itu saja.

Hasil gambar untuk nastar
 
Bisnis kue kering semacam ini sebenarnya tidak terlalu membutuhkan modal yang besar. Asalkan Anda membeli bahannya di toko yang menerima harga grosir. Karena harga grosir jatuhnya akan lebih murah dibanding membeli dengan harga satuan. Namun sebelum Anda mulai menjualnya, Anda harus membuat kue tester terlebih dahulu. Anda bis meminta tolong kepada keluarga atau teman dekat mencicipi sekaligus mengomentari kue tester Anda. Terima kritikan dengan pikiran positif agar Anda bisa menjual kue nastar dengan baik kedepannya.

Setelah kue tester Anda mendapat kritik dan penilaian yang positif, Anda bisa segera menawarkan kue nastar Anda kepada teman-teman kantor atau teman-teman bermain Anda. Kalau Anda tidak mau repot, Anda bisa memanfaatkan berbagai akun media sosial Anda untuk berpromosi. Sebutlah satu dengan menggunakan broadcast di Blackberry Messenger. Cara ini cukup sederhana dan mudah untuk dilakukan. Anda harus menyusun kalimat yang bisa mempromosikan produk Anda dan menarik minat si pembaca.

Untuk masalah harga, Anda harus benar-benar memperhitungkannya. Hitung pengeluaran yang dihabiskan untuk satu porsi kue nastar. Misalnya, total pengeluaran bahan Anda membuat kue nastar ukuran toples kecil sebanyak Rp. 25.000,-. Maka Anda bisa memasang harga Rp. 30.000,- dengan asumsi Rp. 5.000,- dianggap sebagai ongkos pembuatannya. Ukuran toples, Anda cukup jual nastar dengan ukuran toples kecil dan sedang saja. Lalu Anda bisa memasarkannya secara ecer per toples atau dengan menggunakan kardus. 1 kardus berisi masing-masing 6 toples, baik kecil maupun sedang.

Para pelaku usaha penjualan kue nastar ini mengaku, rata-rata modal awal mereka tak lebih dari Rp. 10.000.000,- yang digunakan untuk membeli bahan serta alat-alat yang dibutuhkan. Setiap tahunnya mereka bisa mendapat keuntungan bersih sekitar Rp. 5.000.000,- hingga Rp. 6.000.000,-. Keuntungan sebesar itu didapat dengan menjual sedikitnya 600 toples ukuran kecil dan sedang. Biasanya, pemesanan kue kering akan melonjak drastis pada minggu-minggu terakhir menjelang Lebaran. Jadi semisal pada awal-awal puasa setiap harinya hanya mendapat orderan 4-5 kardus saja, menjelang akhir puasa orderan bisa meningkat tajam mencapai 30 kardus.

Tak hanya itu, kue nastar sendiri adalah kue yang paling banyak memiliki penggemar. Sehingga Anda tak perlu khawatir apabila kue buatan Anda tidak terlalu laku di pasaran. Sebaiknya, Anda baru membuat kue jika sudah ada pesanan yang masuk. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya mubadzir kue. Apabila ada kejadian cancel order, Anda juga bisa memakan sendiri kue buatan Anda. Hanya saja, kasus cancel order untuk usaha kue kering tidak terlalu banyak terjadi. Dengan kata lain, resikonya usaha ini kecil. Itulah peluang usaha yang bisa Anda pertimbangkan dalam membuka usaha jual nastar. Pastikan kue buatan Anda aman untuk dikonsumsi. Selamat mencoba dan semoga sukses!
Previous
Next Post »