-

Dampak Negatif Penggunaan Tongsis

Advertisement
Siapa yang tak mengenal tongsis di era modern seperti saat ini? Dari yang dianggap sebagai penemuan aneh dan tak berguna sampai menjadi barang yang hampir semua orang punya. Bagi para pecinta selfie dan wefie kehadiran tongsis ini sangat berguna, selain itu bagi para travelers, membawa serta tongsis ini menjadi keuntungan tersendiri saat ingin mengabadikan potret diri sendiri di lokasi destinasi wisata tanpa perlu meminta bantuan wisatawan atau orang lain. Ada beberapa jenis tongsis yang ada di pasaran saat ini, yaitu tongsis kabel, tongsis biasa dan tongsis bluetooth.


Tongsis atau disebut juga selfie stick merupakan sebuah alat modifikasi dari monopod kamera. Di jaman modern dimana media sosial berkembang dengan sangat pesat, dengan kemunculan medsos-medsos, kemudian mendorong banyak orang untuk men-share apapun kegiatan mereka melalui foto atau hanya sekedar pamer foto selfie atau wefie. Dengan kehadiran tongsis tentu para pengguna medsos ini akan sedikit terbantu.

Ajang selfie-selfie atau narsis sebenarnya sudah ada sejak era handphone berkamera muncul. Ponsel-ponsel yang masih berteknologi Java atau Symbian dengan kamera dan keypad memang tidak terlalu menyulitkan orang untuk mengambil foto diri sendiri, namun berbeda dengan ponsel berbasis Android yang rata-rata merupakan handphone layar sentuh. Denga kehadiran tongsis, baik tongsis biasa, tongsis kabel maupun tongsis bluetooth tentu permasalahan dalam kegiatan foto narsis atau selfie ini sedikit bisa teratasi. Namun perlu Anda ketahui ternyata tongsis juga memiliki dampak buruk. Berikut ulasannya:

- Meningkatnya narsisme dalam diri.

Namanya saja ‘tongkat narsis’ tentu digunakan untuk ber-narsis ria. Namun terkadang dengan adanya tongsis orang menjadi lebih narsis, alias overpede. Bagi orang yang sudah over narsis seperti itu, biasanya mereka akan menganggap bahwa selfie lebih penting daripada memotret pemandangan atau kegiatan menarik lainnya. Bahkan seringkali mereka selfie di tempat-tempat yang tak lazim.

- Sedikit interaksi dengan orang lain.

Keberadaan tongsis memang sangat membantu dalam pengambilan gambar diri sendiri saat liburan, namun membuat intensitas interaksi dengan orang lain di sekitarnya akan berkurang karena biasanya sebelum ada tongsis, turis biasa meminta tolong orang di sekitarnya untuk memotret.

- Kurangnya kepekaan.

Dengan menggunakan tongsis di tempat-tempat yang umum, tak jarang orang lain akan merasa terganggu dan aneh. Terlebih jika kita tidak dapat mengontrol panjang tongkat sehingga mengenai orang lain saat menggunakannya di tempat yang ramai.

- Gaya yang berlebihan.

Seringkali pecandu selfie dengan tongsis menggunakan gaya yang aneh-aneh dan berlebihan. Atau selfie di momen-momen yang tidak seharusnya. Hal ini tentu sangat tidak baik.

Terlepas dari efek negatif dari tongsis tersebut, tongsis tetaplah sebuah aksesoris gadget yang masih sangat diburu saat ini. Jika Anda memiliki tongsis tombol/kabel dan mengalami kendala seperti tombol tidak dapat digunakan atau tombol shutter sering macet, maka cara mengatasinya adalah sebagai berikut:

  1. Buka karet cover handle tongsis, sampai terlihat komponen tombol shutter.
  2. Akan terlihat sepasang kabel yang terhubung pada komponen tombol. Pastikan kabel tersambung dengan baik dan benar.
  3. Coba untuk sedikit menekan kabel yang terhubung, kemudian gunakan memotret seperti biasa. Jika tombol shutter dapat digunakan secara normal maka permasalahannya terletak pada kedua kabel tersebut, tidak terhubung dengan baik pada komponen tombol. Solusinya adalah dengan menyolder kedua kabel tersebut, namun jika Anda tidak paham atau tidak bisa menyolder, disarankan untuk meminta bantuan orang lain atau teknisi. Dengan demikian, tongsis kabel sudah dapat digunakan kembali.
Previous
Next Post »