-

APRIL Indonesia Mendorong Pengembangan UKM di Sekitar Wilayah Operasinya

Advertisement

Kepedulian sosial yang tinggi rupanya dimiliki oleh APRIL Group. Produsen pulp dan kertas terkemuka di dunia ini mewujudkannya dengan mendorong perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di sekitarnya.
APRIL Indonesia dikenal sebagai perusahaan yang sangat memperhatikan kesejahteraan warga di sekitar wilayah operasinya. Mereka berbeda dari perusahaan-perusahaan lain. APRIL tidak sekadar mencari profit, namun ingin berkembang bersama masyarakat.
Salah satu langkahnya ialah dengan mendukung perkembangan UKM. APRIL Asia tak ragu memberi bantuan supaya masyarakat bisa semakin mandiri dan sejahtera. Mereka benar-benar ingin keberadaannya mampu memberi dampak positif kepada warga  di sekitar area operasionalnya.
Contoh nyata dilakukan oleh unit bisnis APRIL Group, PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP). Mereka menggulirkan kegiaatan yang dinamai sebagai Program Dana bergulir untuk mengembangkan wirausahawan di sekitarnya.
Dalam kegiatan ini, APRIL Indonesia memupuk semangat berwirausaha masyarakat. Mereka mendukungnya dengan memberikan pinjaman dana untuk modal usaha. Namun, sebagai kemudahan, APRIL dapat memberikan dispensasi jadwal pembayaran yang disesuaikan dengan kondisi pengguna dana.
Program Dana Bergulir ini bisa mengubah hidup banyak orang menjadi lebih baik. Salah satunya pemilik bengkel sepeda motor di Desa Gabung Makmur, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Riau bernama Tukiman. Pria difabel ini mampu mandiri dan mengembangkan usahanya hingga memiliki omset sekitar Rp30 juta per bulan.
Tukiman merupakan seorang pendatang asal Banyuwangi, Jawa Timur. Ia merantau ke Riau sejak 1997 silam setelah melihat seorang saudaranya meraih kesuksesan sebagai petani kelapa sawit di Siak.
Tiba di Kerinci Kanan sekitar 20 tahun lalu, Tukiman langsung membuka bengkel sepeda motor yang dinamai Man Service. Saat itu belum banyak orang yang memiliki sepeda motor di sana. Namun, Tukiman juga tidak memiliki pesaing sehingga bengkelnya bisa berjalan.
Akan tetapi, sekian lama, Man Service yang dikelolanya tidak berkembang. Masalah permodalan menjadi kendala utamanya. “Saya sering frustrasi karena tidak memiliki uang untuk membeli suku cadang yang diperlukan untuk memperbaiki motor pelanggan saya. Kalau tidak punya uang, saya harus ke sana ke mari untuk mencari pinjaman. Sekarang, saya tidak pernah kekurangan suku cadang di bengkel,” kisah Tukiman di Jakarta Post.
Awal perubahan nasib Tukiman terjadi pada 2015. Kala itu, ia mendapat bantuan dari RAPP berupa pinjaman dana sebesar Rp5 juta. Dukungan itu langsung ia manfaatkan sebagai modal usaha bengkelnya.
Tukiman mengingat dana yang ia peroleh digunakannya untuk membeli suku cadang motor. “Saya langsung memakai uangnya untuk usaha. Perwakilan dari RAPP datang ke bengkel dan membayar suku cadang yang saya beli. Saya bahkan memberinya kuitansi sebagai bukti bahwa uangnya memang benar-benar dipakai untuk menjalankan bengkel,” kata Tukiman.
Berkat itu, bengkel Tukiman berkembang pesat. Para pelanggannya puas sehingga reputasi bengkel Man Service meningkat. Akibatnya jumlah pelanggan kian bertambah.
Kondisi ini otomatis membuat omset usaha Tukiman melonjak. Kini rata-rata per hari ia bisa mendapatkan omset Rp1 juta. “Sekarang saya bisa memperbaiki sekitar empat atau lima motor dalam sehari. Pendapatannya berkisar sejuta rupiah,” ujar Tukiman.
Menurut Tukiman, Program Dana Bergulir yang dijalankan RAPP memang istimewa. Selain tanpa bunga, sifat pinjaman juga kekeluargaan. Unit bisnis APRIL Indonesia ini tidak pernah memaksanya untuk membayar tepat waktu.
“Jika tidak punya uang Rp500 ribu (untuk membayar cicilan pinjaman, Red.), saya bisa menundanya pada bulan depan. Hal terpenting ialah saya mencatatnya agar pinjaman benar-benar bisa dilunasi,” ujar Tukiman.
Berkat itu, Tukiman kini mampu membeli lahan seluas seribu meter persegi yang dibuatnya sebagai rumah dan lokasi bengkel. Selain itu, ia pun mulai mengembangkan kemampuan wirausahanya yang lain. Tukiman menjajaki bisnis perkebunan kelapa sawit serta berjualan sayur.
Bukan hanya itu, Tukiman juga terpilih sebagai pengusaha terbaik dari 73 usaha lokal di lima regensi di sekitar wilayah operasi RAPP pada 2017. “Tukiman mendapat poin penilaian tertinggi dari RAPP. Penghargaan diterimanya dari Menteri Perdagangan Enggiartasto Lukita pada bulan Ramadan,” ujar Koordinator UKM RAPP, Raden Ade Pramono.

MENGEMBANGKAN WIRAUSAHAWAN LOKAL



APRIL Group memang mencari sosok-sosok wirausahawan seperti Tukiman. Mereka akan memberi dukungan hingga UKM bisa mandiri dan berjalan dengan baik.
Pinjaman dana merupakan poin penting karena UKM kerap kesulitaan dalam permodalan. Namun, dukungan yang diberikan oleh APRIL bukan hanya itu. Mereka juga memberi pendampingan supaya keterampilan UKM meningkat.
“Kami tidak hanya memberi mereka uang. Kami juga memonitor perkembangannya setiap bulan. Jika ada masalah, kami akan mendiskusikannya dengan mereka dalam mencari solusinya,” ucap Raden.
Oleh karena itu, seleksi yang dilakukan APRIL Asia untuk mencari pihak yang didukung sangat ketat. Sebab, mereka butuh sosok-sosok yang mau maju berkembang dengan usahanya sendiri.
“RAPP tidak ingin membuatkan usaha buat mereka, namun mendukung supaya maju. Inilah alasan penerima pinjaman dana harus memiliki usaha sendiri,” papar Raden.
Akan tetapi, bukan hanya individu yang mendapat dukungan dari APRIL Indonesia. Mereka yang berhimpun dalam koperasi juga bisa memperoleh bantuan dari APRIL Asia.
Contohnya adalah Izwan, seorang warga Desa Tanjung Padang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Bersama sejumlah warga Tanjung Padang, ia mendirikan Koperasi Karya Bersama pada 2010.
Koperasi ini akhirnya mendapat dukungan dari RAPP. Mereka diajak sebagai mitra untuk menyediakan dua unit speed boat 15 PK untuk keperluan operasional unit bisnis APRIL tersebut. Bahkan, pada 2015, Koperasi Karya Bersama mampu menambah speed boat yang dimilikinya menjadi sembilan. “Kami juga membeli water tank dan truk untuk menyokong operasional PT RAPP di Pulau Padang,” kata Izwan.
Berkat perkembangan usaha yang pesat tersebut, Izwan bersama Koperasi Karya Bersama mampu membuka lapangan kerja untuk warga di sekitarnya. Pada 2015, tak kurang dari 50 orang bekerja untuk mengelola usaha Koperasi Karya Bersama. Selain itu, omsetnya juga mencapai Rp50 hingga Rp60 juta per bulan.
“Saya sangat bersyukur karena Koperasi Karya Bersama ini dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga lokal. Terimakasih kepada PT RAPP untuk selalu mendukung kami,” jelas Izwan.
Dukungan yang diberikan oleh unit operasional APRIL itu untuk mengembangkan koperasi seperti ini sangat lengkap. Mereka tidak hanya membuka kesempatan menjadi mitra, namun juga memberikan pelatihan dan pendampingan. Akibatnya kemampuan koperasi terus membaik.
Izwan mengakui kemampuan wirausahanya meningkat berkat beragam pelatihan yang diperoleh. ““Pelatihan dari PT RAPP sangat berguna karena kami mendapatkan ilmu baru. Kami bisa menerapkan ilmu itu untuk mengembangkan koperasi,” ucapnya.
Kerja keras Izwan mengantarkannya untuk mendapatkan penghargaan spesial. Pada  Juni 2017, ia memperoleh Corporate Social Responsibility Award dari PT RAPP. Penghargaan itu langsung diserahkan oleh Menteri Perdagangan Engiartasto Lukita kepadanya.
Tentu saja Izwan merasa senang mendapatkan penghargaan seperti itu. Namun, baginya lebih penting adalah dirinya dan Koperasi Karya Bersama mampu membantu pihak lain.
Kemandirian dan kemauan untuk membantu pihak lain seperti ini yang memang diharapkan oleh APRIL Group bakal tumbuh di masyarakat. Dengan demikian, semua pihak akan sejahtera. Inilah yang menjadi alasan APRIL mau terus memberi dukungan kepada UKM.



Previous
Next Post »