-

Perhitungan Zakat Fitrah dan Keutamaannya

Advertisement
Zakat fitrah adalah salah satu zakat yang wajib dibayarkan oleh seluruh umat Muslim di dunia di bulan Ramadhan atau sebelum Hari Raya Idul Fitri tiba. Landasan hukum zakat fitrah terdapat pada hadits Rasulullah yang memiliki makna bahwasanya bagi siapa saja umat Muslim yang bukan hamba sahaya (merdeka) baik pria maupun wanita, dewasa maupun anak-anak diperintahkan untuk menunaikan kewajibannya dalam membayar zakat fitrah. Selama masih ada sisa makanan atau harta yang cukup untuk Hari Raya, maka zakat fitrah wajib dikeluarkan sebelum shalat Ied dilaksanakan.

perhitungan zakat fitrah


Zakat fitrah juga disebut sebagai zakat pembersih amalan puasa di bulan Ramadhan, selain dari hadits Rasulullah, perintah melaksanakan zakat fitrah tertuang juga dalam firman Allah yang berbunyi “Sesungguhnya beruntunglah bagi orang-orang yang membersihkan diri dan mengingat nama Tuhannya kemudian ia shalat”. Keutamaan dari zakat fitrah sendiri selain sebagai pembersih amalan di bulan Ramadhan dan menjadi syarat sah diterimanya puasa adalah untuk memberi makan orang-orang miskin.

Adapun cara perhitungan zakat fitrah sendiri adalah dengan menggunakan nishab sebesar 1 sha’. 1 sha’ sama dengan 4 mud. 1 mud sendiri adalah sekitar 675 gram atau setara dengan 3,5 liter. Yang dipakai sebagai penghitung zakat fitrah adalah makanan pokok masyarakat yang hidup di negeri tersebut, jika di Indonesia sendiri makanan pokoknya adalah beras, maka zakat yang harus dikeluarkan juga harus berwujud beras. Namun bagi mereka yang bermahdzab Hanafi, ada pendapat bahwa sah-sah saja mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk uang. Meski jika ditinjau dari segi manfaat dan mudharatnya lebih bermanfaat beras karena dapat meminimalisir manipulasi uang zakat atau hilang.

Ini berarti bahwa zakat fitrah yang harus dikeluarkan per orang adalah sekitar 3,5 liter beras, atau setara dengan 2,5 kg. Ada juga yang mengatakan 2,7 kg. Sedangkan apabila zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk uang maka perhitungannya adalah 2,5 atau 2,7 dikali dengan harga per kilogram beras pada saat itu, jika harga beras dengan kualitas baik senilai Rp 10.000,- maka hasil perhitungan zakat yang harus dikeluarkan adalah senilai Rp 25.000 atau Rp 27.000,-. Jika ragu-ragu maka dapat dihitung dengan harga per liter beras.

Dari segi agama maupun pribadi, zakat fitrah memiliki keutamaan dan keistimewaan yang amat besar. Selain bisa jadi sebagai pembersih amalan kita selama di bulan Ramadhan dari perbuatan yang kotor dan sia-sia, zakat fitrah yang diberikan kepada orang-orang miskin akan membuat mereka tidak kelaparan saat Hari Raya Idul Fitri tiba, sehingga semua orang termasuk fakir miskin dan kaum dhuafa dapat turut merasakan kebahagiaan dan merasa kenyang saat Idul Fitri tiba. Zakat fitrah juga menjadi tanda rasa syukur kita kepada Allah SWT terhadap nikmat ibadah puasa yang kita rasakan.

Previous
Next Post »